" Lentera di tengah Hujan "
Di suatu desa kecil yang berada di tengah hutan , Terdapat sebuah gubuk kecil yang ditinggali oleh seorang nenek dan cucunya yang bernama Davi , ia merupakan seorang anak yatim piatu yang telah kehilangan ibunya akibat kecelakaan saat menyelamatkan nya waktu ia kecil , sementara sang ayah meninggalkan ia dan neneknya untuk wanita lain.
Setiap harinya Davi selalu membantu neneknya berjualan kue keliling desa, semua warga di desa itupun aangat menyukainya karena ia selalu membantu orang lain selain neneknya. Davi adalah seorang anak yang tidak pergi bersekolah karena keinginannya untuk membantu neneknya yang sedang sakit oleh karena itu davi selalu mendapat bully an dari anak kecil disana akibat hidupnya yang miskin.
Tetapi bully an itu tidak menjadi masalah baginya , " Aku tidak boleh menjadi lemah hanya karena perkataan orang , selagi aku berbuat kebaikan , kenapa aku harus sedih?" - itulah yang selalu diucapkan oleh Davi setiap ia dibully. Nenek Davi selalu menyayangi davi sejal ia masih kecil karena nenek davi tidak ingin Davi merasa jika ia berbeda dari temen temannya yang lain.
Di balik matanya yang sayu, ada cahaya kecil yang terus menyala—seperti lentera yang tak pernah padam, bahkan di tengah hujan yang deras.
Suatu hari , di hari selasa malam itu turun lah hujan yang sangat deras. Davi melihat ke arah neneknya.
" Nek , sejak kemaren hujan selalu turun sangat deras, aku takut jika hujan turun terlalu lama desa kita akan menjadi banjir?"
Neneknya tersenyum dan menjawab
" Jika kita selalu berdoa , Semoga Tuhan menjaga desa kita dari marabahaya yang melanda , oke? Sebelum Davi bobo , jangan lupa berdoa , ya?"- ujar nenek sambil mengelus kepala davi
Davi pun mengangguk , " Davi akan selalu berdoa agar Tuhan menjaga desa kita dan kesehatan nenek"- ujar davi sambil tersenyum.
Di tengah malam , Davi masih tidak bisa tertidur sementara sang nenek sudah tertidur pulas , Davi menatap jendela kamarnya , " Kapan hujan ini berhenti?"- Ujarnya kepada dirinya sambil menatap rintikan hujan deras yang turun dengan deras diluar desanya.
Davi melihat jika sungai yang berada tepat di depan rumahnya terlihat hampir penuh oleh air kotor dari hujan dan sampah yang disana seolah masih berusaha menahan derasnya air hujan. Seketika Davi merasa khawatir karena takut sungai itu tidak mampu menahan air hujan lagi karena sungai tersebut adalah sungai terbesar yang ada di desa tersebut.
Pada subuh pagi ,Davi terbangun karena merasa sesuatu basah mengenai badannya , ketika ia terbangun , ia terkaget karena menatap banyaknya air di dalam rumahnya , disitulah ia baru tersadar jika rumahnya sedang dalam masa kebanjiran , panik melanda dirinya selagi ia berusaha membangunkan neneknya , neneknya pun terbangun , dan segera mengajaknya ke balai desa yang lumayan tinggi.
Davi menatap ribuan keluarga yang menangis karena anak mereka yang terseret air sungai , Davi walaupun masih 10 tahun pada saat itu , ia berlari ke arus sungai yang kencang , sang nenek berusaha menahannya tetapi ia tidak perduli , ia berlari untuk menyelamatkan anak anak itu walaupun ia tau jika anak anak itu adalah anak desa yang selalu membully nya. Ia memegang lentera itu untuk memberinya penerangan lebih terang.
Ia pun berhasil menyelamatkan anak anak itu dan membawanya ke balai desa untuk diberikan kepada orang tua mereka , orang tua anak tersebut menyambut anak mereka dengan senyum haru.
Beberapa hari kemudian , datanglah bantuan dari pemerintah, sejak saat itu davi dikenal sebagai , " Lentera di tengah hujan "
Comments
Post a Comment