" MEMBANTU ORANG TUA MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH"
Aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara atau bisa juga disebut sebagai anak bungsu , aku memiliki 2 kakak perempuan , ayahku dan mamahku bekerja setiap hari tetapi libur di hari minggu.
Tentu saja aku selalu membantu orang tua dalam mengerjakan pekerjaan rumah agar dapat meringankan beban orang tua. Tetapi kakak 1 ku juga bekerja , sehingga karena kakak ke 2 ku dan aku yang masih di jenjang pendidikan selalu mengerjakan pekerjaan rumah.
Tetapi di awal, aku masih sangat malas untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah karena menurutku , "Tugas seorang anak hanya belajar" sehingga kakak ke 2 ku lah yang selalu mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah , seperti menyapu , mengepel , mencuci piring dan lainnya. Sementara aku hanya berleha leha saja di kamar karena menurut ku , aku juga masih kecil.
Suatu hari , selepas kakak ku mengepel lantai , kakak ku menghampiriku dan meminta tolong padaku untuk menyapu lantai selesai lantai kering , aku dengan mudah menjawab , " gamau ah , malas ". Kakak ke-2 ku ini memang sedikit galak dan tegas , sehingga dia menjawab , " Kau dari tadi tidak melakukan apapun , kenapa hanya untuk menyapu lantai saja kau malas? ".
Aku menatap kakaku itu dan berkata , " lagipula itukan tugasnya mamah untuk menyapu dan lainnya mengapa harus aku?" Kakaku duduk di sampingku dan berkata , " Kamu anak mama , bukan?" , aku mengangguk , " mamah dan papah bekerja di luar sana untuk siapa? untuk kita , lalu mengapa hanya untuk membantu mereka sedikit dengan mengerjakan pekerjaan rumah kau malas? , kita masih diberi kemudahan hanya untuk menyapu , mengepel , mencuci , ayah pulang malam malam , mamah jg pulang malam hanya untuk kita , setidaknya kita mampu untuk meringankan pekerjaan mereka walau sedikit." - ujar kakak ku saat itu
Aku menatapnya , " tetapi menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cape kak " , kakak ku berbicara lagi , " Lebih cape menyelesaikan pekerjaaan rumah , atau kau pergi bekerja seperti mamah dan papah ". Aku sempat terdiam sebentar , " baiklah , aku akan mencoba menyelesaikan pekerjaan rumah " , kakak ku tersenyum.
Keesokan harinya , selepas pulang sekolah , aku melihat bahwa kakak ku belum pulang dari kuliah, aku melihat cucian piring yang menumpuk di wastafel , dan melihat lantai yg kotor menandakan jika rumah belum di sapu rapi. Teringat ucapan kakak ku , aku berinisiatif untuk menyapu lantai dan mencuci piring , walaupun simpel , setidaknya aku sudah berusaha untuk mengurangi pekerjaan kakak ku.
Sehabis melakukan semuanya , aku pergi untuk mandi dan tidur , beberapa jam kemudian di sore hari , kakak ku akhirnya sampai di rumah , kakak ku pulang dari kampus dan melihat rumah bersih , kakak ku tersenyum padaku , " nah kalo begini kan rapi " , aku mengangguk , " ternyata tidak secape itu "- tersenyum
Tepat pukul 6 , aku belajar sementara kakaku mencuci baju , sehabis kakak ku mencuci baju , aku menjemurnya. Ketika malam , orang tuaku akhirnya pulang , melihat rumah yang sudah bersih dan rapi , mereka tersenyum , " Siapa yang melakukan semua nya? kakak lgi?"- tanya kedua orang tuaku
kakak ku tersenyum dan mengangguk , " iya , tetapi ada seseorang juga yang membantuku melakukan semuanya yaitu ade "
Comments
Post a Comment